Kata- Kata Rayuan Gombal Santri Gokil Terbaru

Advertisement
KODE IKLAN TENGAH ARTIKEL
Kata- Kata Rayuan Gombal Santri - Melihat sisi kehidupan santri sangatlah mengesankan apalagi dalam hal memadu asmara, para santri di kelompokkan berdasarkan jenis kelamin. Mereka hanya diperbolehkan beraktifitas di dalam gedung atau wilayah pondok khusus salah satu jenis kelamin saja. Jika mencoba melewati sekat tersebut, hukuman yang sudah disediakan terhitung berat. Namun dalam keadaan terkekang tersebut masih ada saja santri yang nekat. Kehidupan para santri memang terlihat berbeda jika dibanding remaja pada umumnya. Aturan pesantren yang sangat ketat membuat banyak sekali kenangan dan pengalaman yang tak mudah dilupakan.

Dari itu admin tertarik merangkum sisi kehidupan santri dalam hal asmara yaitu Kata- Kata Rayuan Gombal Santri yang Gokil dan lebih Menyentuh Hati, untuk membantu para santri mencurahkan isi hatinya agar tidak terlalu tercekik dalam keadaan seperti itu. angsung saja nih, kamu tinggal baca-baca aja langsung dibawah ini. Bismillah. . .


Aku di matamu bagaikan Nun Mati diantara Idghom Bilaghunnah,..terlihat tetapi di anggap tidak ada

Aku harap cinta kita seperti Waqof Lazim, terhenti sempurna di akhir hayat...

Aku mulai dengan sebuah kalam, dari susunan beberapa lafadz yang mufid, terkhusus untuk dirimu dengan penuh makna. .

Aku pun jadi mubtada’ muakhkhor, perintis yang kesiangan..

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Izhar jelas dan terang...
“Bila ingin mendapat sesuatu, belajarlah dengan memberi, bila ingin kebahagiaan, berikanlah kebahagian itu kepada orang lain.”

“Bila ingin mendapat sesuatu, belajarlah dengan memberi. Bila ingin kebahagiaan, berikanlah kebahagian itu kepada orang lain.”

“Bukan karena aku tak punya rasa cinta dan kasih sayang, Tapi rasa ini sedang aku simpan hingga nanti saat semua kehalalan datang.”

“Bukan maksud hatiku berpisah denganmu, akan tetapi kehendak Allah diatas semua maksudku”

“Cinta adalah ketika kamu yakin bahwa dirimu telah melupakannya, kamu masih menemukan dirimu peduli padanya.”

“CINTA itu membuat kamu bahagia dan belajar mengenai banyak hal.

“Cintaku padamu seperti Mad Lazim sebab paling panjang diantara cinta yang lainnya.”

“Dalam hidup ini, mungkin kamu tak cukup baik bagi semua orang, namun kamu akan selalu jadi yg terbaik dimata sahabatmu.”

“Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti iklab di tandai dengan dua hati yang menyatu.”

“Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iklab di tandai dengan dua hati yang saling menyatu.”

“Dengan engkau dan aku seperti Idghom Mutajanisain perjumpaan dua huruf yang sama makhrojnya tetapi berlainan sifatnya.”

“Dengannya Allah kuburkan kedengkian, Dengannya Allah padamkan permusuhan; Melaluinya diikat persaudaraan; Yang hina dimuliakan. Yang tinggi direndahkan.”

“Hatipun kini terbakar, airmata berderai sudah, kesusahan makin menumpuk dada dan kesabaran sudah hilang bagaimana bisa ada ketenangan pada orang yang tak bisa tenang karena terluka oleh amukan cinta, rindu dan gelisah”

“Jika cinta itu Ilmu ‘Arudl, maka, kisah cinta kita berdua adalah simfoni terindah yang menghasilkan harmoni tak tertandingi di muka bumi ini, seindah dan semerdu harmoni syair berbahar Rojaz.”

“Jika cinta itu Ilmu al-Qur’an, maka, keabadian cinta kita tak kan lekang oleh waktu dan tak kan berubah sedikitpun oleh perubahan zaman, layaknya keontektikan dan keabadian isi al-Qur’an.”

“Jika cinta itu Ilmu Faroidl, maka, kita berdua adalah dua sejoli yang akan selalu berbagi atas apa yang kita miliki, seperti halnya ‘Ashôbah ma’a al-ghoyr.”


“Jika cinta itu Ilmu Hadith, maka, kualitas dan kekuatan cinta kita adalah hadith shohih yang sudah teruji dan terverifikasi oleh berbagai tempaan dan ujian.”

“Jika orang dapat empat hal, ia dapat kebaikan dunia akhirat. Hati yang bersyukur, lidah yang berzikir, badan yang tabah pada cobaan, dan pasangan yang setia menjaga dirinya dan hartanya.”

“Kalau engkau aku ibaratkan dengan bulan purnama yang terbit, berarti aku mengurangi hakmu sebab engkau lebih elok dan lebih indah”

“Kamu dan aku seperti Idghom Mutajanisain yakni perjumpaan dua huruf yang sama makhrojnya tetapi berlainan sifatnya.”

“Kesuksesan hidup itu apabila kehadiran kita mampu memberikan manfaat kpd banyak org, tidak trus menerus egois memikirkan ambisi diri sendiri.”

“Ketika kita belajar memberi, kita belajar ketulusan dan ketika kita gagal kita belajar kesabaran.”

“Kita banyak membuang waktu mencari kekasih yg sempurna daripada menciptakan cinta yg sempurna.”

“Mesti perhatianku tidak terlihat seperti Alif Lam Syamsiyah. Namun, cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariyah terbaca jelas.”

“Orang yang niat belajar, apapun akan jadi pelajaran.”

“PIndahkanlah hatimu kemanapun yang engkau sukai dari cintamu (cinta kepada Allah). Namun ketahuilah, tak ada cinta selain cinta pertama (cinta kepada Allah). Banyak sekali tempat dibumi ini yang disukai oleh pemuda (hamba) Sedangkan kerinduannya selamanya pada tempat tinggal yang pertama (kembali kepada Allah)”

“Rintihan hujan dalam wktu berkalut dengan malam, para pecinta bersenandung pnh dgn puisi kehidupan mencri kata arti sbuah kebahagiaan.”

“Saat kita menatap ke belakang sesungguhnya kita telah tertinggal dengan orang yang merangkak ke depan. Sesungguhnya masa lalu adalah guru bagi kita untuk menatap dan membangun masa depan.”

“Segera laksanakan rencana keberhasilanmu di hari ini, jangan tunda lagi, jangan buang waktu, karena waktu tidak bisa menunggu.”

“Semoga dalam hubungan kita ini kayak Idghom Bilaghunnah. Yang hurufnya cuma berdua Lam dan Ro’.”

“Seperti hukum Imalah yang di khususkan untuk Ro’ saja. Seperti aku yang hanya untukmu.”

“Sesungguhnya hati itu bila telah hilang cintanya maka bagaikan kaca yang pecah tak dapat di tambal lagi”

“Setelah kau terima cintaku hatiku rasanya seperti Qolqolah Kubro terpantul – pantul dengan keras.”

“Setelah kau terima cintaku hatiku rasanya seperti Qolqolah Kubro. Terpantul – pantul dengan keras,”

“Sukses tak akan datang bagi mereka yg hanya menunggu tak berbuat apa-apa, tapi bagi mereka yg selalu berusaha wujudkan mimpinya.”

“Sungguh kok andaikan engkau minta saksi akan cintaku padamu. Maka basahnya pipiku dengan air mata lebih tepat sebagai saksi”

“Tak ada tabir penghalang yang dapat menjauhkan harapanku terhadap dirimu. Langit saja masih dapat diharap cerah ketika tertutup awan”

“Tanda-tanda cinta itu tidaklah samar pada seseorang, seperti halnya pembawa minyak kasturi wangian bunga semerbak tak dapat dirahasiakan”

“Tapi orang yang tidak niat belajar, sedang belajar pun tidak akan jadi pelajaran.”

“Tiada jalan bagiku padanya selain menyebutnya dengan hati yang dapat mengobarkan api cinta dan rindu didadaku”

“Tiga manusia tidak akan dilawan kecuali oleh orang yang hina, orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya, orang cerdas cendikia dan imam yang adil.”

“Tiga manusia tidak akan dilawan kecuali oleh orang yang hina, orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya, orang cerdas cendikia dan imam yang adil.”

“Tiga manusia tidak akan dilawan kecuali oleh orang yang hina, orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya, orang cerdas cendikia dan imam yang adil.”

“Wahai jiwaku, sabarlah jangan bergejolak. Sebab apa yang di tentukan Allah pasti akan terjadi”

Bertanda dengan sukun, ketenangan. Kan kita gapai cinta yang penuh damai saat semua terikat dengan kepastian tanpa ragu. .

Bertemu denganmu adalah khobar muqoddam, sebuah kabar yang tak disangka..

Cintaku hanya terjadi satu kali karena ia seperti isim marrah (ismu al-Marroh yadullu ‘Ala marrotin wáhidatin)#bait cinta

Cintaku itu untuk menjaga agama, diri, akal, keturunan dan harta Benda kita( Taqsímu al-khoms) inilah maf’ul-maf’ul Cintaku#bait cinta

Cintaku padamu ber-i’rob rofa’, tinggi. Bertanda dhommah, bersatu. Cinta kita bersatu, mencapai derajat yang tinggi. .

Cintaku padamu seperti Mad Lazim...paling panjang diantara yang lainnya...

Cintaku tidak akan pernah berubah karena bukan suatu yang mu’rob (al-Mabni walaisa mu’rob)#bait cinta

Cintaku tidak butuh ta’wil karena bukan seperti masdar muawwal akan tetapi masdar shorih ( al- masdar al-shorih lá yahtáju bi al- Ta’wil)#bait cinta

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iklab di tandai dengan dua hati yang menyatu...

Dari sini semua bermula. Aku dan kamu, bagaikan idhofah. Aku mudhof, kamu mudhof ilaih. Tak bisa dipisahkan. .

De'...kau dan aku seperti Idghom Mutajanisain perjumpaan dua huruf yang sama makhrojnya tetapi berlainan sifatnya...

De'...saat kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar...

Hidup dipondok pesantren itu memang susah enak tapi ngangenin. Sehingga tak jarang ada santri yang mengutarakan kegalauannya melalui kata kata bermakna.

Jika cinta Ilmu Tauhid, maka, value cintaku padamu adalah kemurnian emas 24 karat, semurni i’tiqodnya ahli tauhid Rubûbiyyah.

Jika cinta itu Diba'an, maka, aku adalah seorang pendaki yang telah sampai di puncak rindu untuk menantikan detik-detik pertemuan denganmu, seperti halnya para perindu Rasulullah SAAW yang telah sampai pada adegan mahal al-qiyâm-.

Jika cinta itu Fiqh, maka, aku akan memfatwakan pada diriku sendiri bahwa mencintai keindahan ciptaan Tuhan sepertimu, hukumnya adalah wajib .

Jika cinta itu I'lal, maka, aku akan menyembunyikan dan menutup mata terhadap semua kekurangan-kekurangan mu, seperti halnya binak Naqish yang meletakkan huruf 'Illat nya di belakang [Lam Fi'il].

Jika cinta itu Ilmu al-Qur’an, maka, keabadian cinta kita tak kan lekang oleh waktu dan tak kan berubah sedikitpun oleh perubahan zaman, layaknya keontektikan dan keabadian isi al-Qur’an.

Jika cinta itu Ilmu 'Arudh, maka, kisah cinta kita berdua adalah simfoni terindah yang menghasilkan harmoni tak tertandingi di muka bumi ini, seindah dan semerdu harmoni syair berbahar Rojaz .

Jika cinta itu Ilmu Falak, maka, aku akan selalu menunggu dan merindukan hadirmu, mata ini belum terhapus dahaganya sebelum melihat sosok indahmu, seperti halnya seorang peru-yah yang selalu menunggu untuk melihat kemunculan hilal 1 Syawal.

Jika cinta itu Ilmu Faroidh, maka, kita berdua adalah dua sejoli yang akan selalu berbagi atas apa yang kita miliki, seperti halnya 'Ashôbah ma'a al-ghoyr .

Jika cinta itu Ilmu Hadits, maka, kualitas dan kekuatan cinta kita adalah hadith shohih yang sudah teruji dan terverifikasi oleh berbagai tempaan dan ujian.

Jika cinta itu Nahwu, maka, cintaku padamu akan jazm [mantab], sehingga aku akan sukun [tenang] di sampingmu selamanya, seperti halnya i'rob jazm yang salah satu alamatnya adalah sukun.

Jika cinta itu Pesantren, maka, akanku penuhi fikiranku dengan ilmu-ilmu cinta, agar aku bisa memahami luasnya cinta sebagaimana luasnya ilmu dalam kitab-kitab kuning pesantren.

Jika cinta itu Shorof, maka, kita berdua adalah wazan tafaa'ala yang berfaidah musyarokah, yang kapanpun dan di mana pun akan mengarungi dan menjalani apapun berdua.

Jika cinta itu Tarikh, maka, romantisme kisah cinta kita berdua adalah kenangan terindah tak terlupakan yang terukir oleh tinta emas sejarah, seperti halnya masa keemasan dan kejayaan peradaban islam tempo dulu.

Jika cinta itu Ushul Fiqih, maka, kita berdua adalah pasangan paling ideal dan serasi, seperti halnya syarat dan rukun yang saling membutuhkan dan melengkapi untuk sahnya suatu ibadah.

Jika isinya hanya sakit hati setiap hari, itu bukan CINTA.”

Jika Mim Mati bertemu Ba disebut Ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu itu disebut cinta...

Kalau banyak juga yang masih merayu dirimu, aku minta kamu segera memakai metode (Aslan wai’lálan dan i’roban tamman) sehingga kamu tau mana yang tulus dan mana yang pupus#bait cinta

Kalau kamu terus saja diam Saat kuungkapkan rasa Cintaku, apakah ini artinya setuju dalam diam maka inilah yang dinamakan ( i’rob mahalli)#bait cinta

Karena tidak mau kalah dengan yang laki, maka para santriwati pun juga unjuk gigi. Tentu melalui kata kata santriwati yang cukup menyentuh hati di bawah ini.

Karenanya, kan kujaga cinta kita, layaknya isim yang ber-i’rob jazm, penuh kepastian.

Layaknya huruf Tafkhim namamu pun tercetak tebal di pikiranku...

Layaknya Waqof Mu "annaqoh, engkau boleh berhenti di salah satunya...dia atau aku ? ?

Mesti perhatianku ga terlihat seperti Alif Lam Syamsiyah, cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariyah terbaca jelas...

Rasa sayangku padamu sudah masuk kategori jumlah mufîdah ( má afáda fáidatan tammatan yuhsinussukútu ‘alaiha)#bait cinta

Saat kamu bimbang ada orang lain selain dirimu sehingga ada istilah cinta segitiga Maka yakinlah pada akhirnya hanya satu yang kupilih ( al-Tanázu’ fi al-‘amal)#bait cinta

Saat mengejar cintamu, aku cuma isim ber- i’rob nashob, susah payah. Bertanda fathah, terbuka. Hanya dengan bersusah-payah maka jalan itu kan terbuka. Setelah mendapatkan cintamu,.

Santri itu dikenal adalah orang yang suka dengan menghibur diri dan orang lain dengan kata kata lucu. Misalnya seperti menggunakan kata kata santri gokil berikut ini.

Sayangku padamu seperti Mad Thobi 'i dalam Al Qur 'an...buanyaaakkk benerrrr.....

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba - tiba semua itu seperti Idghom Mutamatsilain melebur jadi satu...

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti Mad Aridhlissukun.....

Semoga dalam hubungan kita ini kayak Idghom Bilaghunnah...ia cuma berdua Lam dan Ro'

Seperti fi’il lazim, mencinta tak ada yang dicinta..

Seperti hukum Imalah yang di khususkan untuk Ro' saja...begitu juga aku yang hanya untukmu...

Setelah kau terima cintaku hatiku rasanya seperti Qolqolah Kubro...terpantul - pantul dengan keras...

tak mau aku seperti isim yang khofdh, hina dan rendah. Bertanda kasroh, terpecah-belah. Jika kita berpecah-belah tak bersatu, rendahlah derajat cinta kita..

Tak mau terpuruk dan terdiam, aku harus jadi mubtada’, memulai sesuatu. Menjadi seorang fa’il, yang berawal dari fi’il..

Tak usah kamu gelisah jikalau ada yang mencoba mencegah cinta kita, bukankah mubtada’ senantiasa bersama khobar (al-khobaru mutimmun li al-mubtada’)#bait cinta

Tak usah kamu tanya lagi dengan sebab apa aku mencintaimu karena (al-Jumlatu ba’da al-nakiroh fahuwa shifatun)#bait cinta

Tak usah lagi mikirin pacarmu yang dulu karena yang berlaku itu cinta kita (Taqdímu al-Ittisal ‘Ala al-Infishol)#bait cinta

Tapi aku seperti fi’il mudhori’ alladzi lam yattashil bi-akhirihi syai'un mencari sesuatu, tapi tak bertemu sesuatupun di akhir. .

Ternyata santri juga mengenal cinta lo, jangan dikira mereka gak tahu tentang itu ya. Kamu bisa dengan mudah menemukan kata kata santri tentang cinta romantis dan mengena di hati berikut ini.

Tidak sedikit kata kata santri bijak yang memang memiliki makna yang cukup mendalam. Tentunya cocok jika kamu gunakan untuk caption bijak santri di akun instagrammu. Diantarnya seperti berikut ini yang howieandbelle ulas untukmu.

Walau kata Cinta yang kuberikan berlafadz nakiroh (umum) tapi cintaku bermakna ma’rifat yang berarti tertuju khusus padamu ( dzikrul nakiroh wairódatul ma’rifah)#bait Cinta 
Demikian sementara Kata- Kata Rayuan Gombal Santri yang bisa admin bagikan untuk kamu. Semoga bermanfaat, insya alloh admin akan update kembali kumpulan kata kata santri yang terbaru dan lebih keren lagi. Sekian dan Terima kasih telah berkunjung di blog ini.

0 Response to "Kata- Kata Rayuan Gombal Santri Gokil Terbaru"

Posting Komentar